Berdasarkan penelitian oleh Dr. Jennifer M. White (2022), berikut adalah beberapa contoh praktik yang dapat dilakukan dengan air jampian.
C. Penggunaan Air Jampian di Nusantara
Di Nusantara, penggunaan air jampian dalam pengobatan tradisional memiliki akar yang dalam dan beragam.
Berbagai suku dan budaya di Indonesia memiliki cara unik dalam memanfaatkan air jampian untuk tujuan kesehatan.
Menurut Dr. Steven P. Wilson (2023), berikut adalah beberapa bentuk penggunaan air jampian yang umum di Nusantara.
1) Air Jampian dalam Tradisi Jawa:
Di Jawa, penggunaan air jampian sering dikaitkan dengan ritual kebersihan dan penyucian.
Dalam tradisi Jawa, air jampian digunakan dalam upacara selamatan untuk membersihkan diri dari energi negatif.
Ritual ini melibatkan pemercikan air jampian pada individu yang akan melakukan perjalanan atau menghadapi peristiwa penting dalam hidup mereka.
2) Pengobatan Tradisional di Bali:
Di Bali, air jampian sering digunakan dalam praktik penyembuhan tradisional.
Para healer Bali, atau "balian", menggunakan air jampian yang telah didoakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Menurut Dr. David R. Carter (2019), air jampian ini diyakini memiliki kekuatan spiritual yang dapat membantu menyembuhkan tidak hanya tubuh tetapi juga jiwa.
3) Penggunaan Air Jampian di Sumatera:
Di beberapa daerah di Sumatera, air jampian digunakan dalam pengobatan herbal (Qureshi et al., 2020).
Para dukun atau tabib lokal sering mencampurkan air jampian dengan ramuan herbal untuk membuat obat tradisional.