Penggunaan air jampian juga dihubungkan dengan aspek spiritual. John E. McCarthy (2013) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa banyak praktik spiritual melibatkan air sebagai simbol pembersihan dan penyucian.
Dalam konteks ini, air jampian tidak hanya berfungsi sebagai media fisik, tetapi juga sebagai alat untuk mencapai keseimbangan emosional dan mental.
Dengan demikian, pemahaman tentang air jampian mencakup dimensi fisik, psikologis, dan spiritual.
Statistik menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang mencari alternatif pengobatan, termasuk penggunaan air jampian.
Menurut data dari Journal of Alternative and Complementary Medicine (Dr. Robert E. Brown, 2023), sekitar 30% populasi di negara-negara maju telah mencoba terapi berbasis air dalam satu tahun terakhir.
Ini menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap pengobatan holistik yang menggabungkan aspek kesehatan fisik dan mental.
Secara keseluruhan, definisi air jampian mencakup berbagai dimensi yang meliputi aspek ilmiah, tradisional, dan spiritual.
Pemahaman yang komprehensif tentang air jampian dapat membantu masyarakat untuk lebih menghargai potensi penyembuhan yang dimiliki oleh air, serta mendorong penelitian lebih lanjut.
Air jampian memiliki berbagai jenis yang masing- masing memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Barbara H. Smith (2015), terdapat beberapa jenis air jampian yang umum digunakan dalam praktik pengobatan, antara lain air mineral, air garam, dan air yang telah melalui proses energisasi.
Setiap jenis air ini memiliki komposisi mineral yang berbeda, yang dapat berpengaruh pada kesehatan (Azaizeh et al., 2010).
Air mineral adalah air yang mengandung mineral alami yang dapat memberikan manfaat kesehatan.
Menurut Dr. Alice C. Lee (2020), air mineral dapat membantu dalam proses detoksifikasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Contoh kasus di Eropa menunjukkan bahwa konsumsi air mineral secara rutin telah membantu mengurangi risiko penyakit kronis di kalangan masyarakat yang mengonsumsinya.
Air garam, atau air yang dicampur dengan garam laut, sering digunakan dalam terapi hidroterapi.
Richard J. O'Connor (2016) menjelaskan bahwa air garam dapat membantu meredakan nyeri otot dan meningkatkan sirkulasi darah.