Meskipun ada kesamaan dalam bagaimana keduanya melibatkan pengaruh pada realitas, hubungan langsung antara do’a dan prinsip-prinsip kuantum masih perlu dijelaskan secara ilmiah.
Perspektif fisika kuantum menawarkan cara baru untuk memahami konsep do’a dan pengaruhnya pada realitas (Stanworth, 2002).
Meskipun tidak ada bukti ilmiah langsung yang menghubungkan do’a dengan prinsip- prinsip kuantum, analogi seperti superposisi, keterikatan kuantum, dan efek pengamat memberikan wawasan menarik tentang bagaimana do’a mungkin mempengaruhi hasil dan perubahan dalam kehidupan seseorang.
Menggabungkan spiritualitas dan ilmu pengetahuan, meskipun seringkali bersifat spekulatif, dapat memperluas pemahaman kita tentang bagaimana niat dan do’a dapat mempengaruhi realitas di dunia yang lebih luas.
Demikian tulisan ini ditulis agar seluruh wali murid RA dan MI yakin dalam menterakati anak-anaknya, sebagai ikhtiar dalam menjadikan anak-anak ayah bunda untuk menjadi anak yang takwa, cerdas dan mandiri.