Tradisi ini biasanya dilakukan oleh tokoh agama setempat yang dihormati, yang membacakan do’a-do’a dan ayat-ayat Al- Qur'an pada air.
Air ini kemudian digunakan oleh masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit dan sebagai bentuk perlindungan spiritual (Mansoer et al., 2018).
Dalam tradisi-tradisi tersebut, penggunaan air jampian bukan hanya berfungsi sebagai alat penyembuhan fisik, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Proses pembuatan dan penggunaan air jampian melibatkan keyakinan yang kuat dan niat yang tulus, yang dianggap sangat penting dalam efektivitas pengobatan ini.
Keyakinan bahwa do’a dan bacaan Al-Qur'an dapat membawa keberkahan dan kesembuhan membuat air jampian menjadi bagian integral dari kehidupan spiritual dan sosial masyarakat Nusantara.
Selain itu, keberhasilan pengobatan dengan air jampian sering kali dikaitkan dengan dukungan komunitas. (Prihartono et al., 1994).
Praktik ini biasanya melibatkan bukan hanya individu yang sakit, tetapi juga keluarga dan masyarakat sekitar yang turut serta dalam proses do’a dan ritual.
Ini menciptakan jaringan dukungan sosial yang kuat, yang memberikan dorongan moral dan spiritual kepada individu yang sedang menjalani proses penyembuhan.
Dukungan ini sangat penting, karena membantu meningkatkan semangat dan optimisme, yang pada gilirannya dapat mempercepat proses penyembuhan.
Pada era modern ini, meskipun ilmu kedokteran telah berkembang pesat, praktik pengobatan tradisional dengan air jampian tetap bertahan dan bahkan sering kali dikombinasikan dengan metode medis modern.
Banyak dokter dan praktisi kesehatan Muslim yang melihat manfaat dari pendekatan holistik ini, yang menggabungkan pengobatan fisik dengan do’a dan dukungan spiritual.
Mereka percaya bahwa keseimbangan antara aspek fisik dan spiritual adalah kunci untuk mencapai kesehatan yang optimal.
Secara keseluruhan, pengobatan dengan air jampian di Nusantara mencerminkan kekayaan budaya dan spiritual yang unik dari masyarakat Indonesia.
Praktik ini tidak hanya menawarkan metode penyembuhan yang efektif, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual.
Dengan menggabungkan kearifan lokal dan ajaran Islam, tradisi ini terus berkembang dan beradaptasi, menjadi bagian penting dari warisan budaya dan spiritual Nusantara.
E. Do’a dan Konsep Fisika Kuantum