Penelitian menunjukkan bahwa banyak masyarakat Sumatera masih mengandalkan pengobatan tradisional ini sebagai alternatif untuk medis modern.
4) Air Jampian dalam Upacara Adat:
Banyak suku di Indonesia menggunakan air jampian dalam upacara adat sebagai simbol pembersihan dan penyucian (Quiroz et al., 2016).
Misalnya, dalam upacara adat Minangkabau, air jampian digunakan untuk membersihkan diri sebelum melakukan ritual penting.
Ini menunjukkan bahwa air jampian tidak hanya berfungsi sebagai media penyembuhan tetapi juga sebagai bagian integral dari budaya dan tradisi.
5) Kesadaran Masyarakat tentang Air Jampian:
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan holistik, banyak masyarakat di Nusantara mulai kembali kepada praktik penggunaan air jampian.
Menurut laporan dari Journal of Public Health (William H. Wilson, 2019), semakin banyak individu yang mencari informasi tentang manfaat air jampian dan mengadopsi praktik ini dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, penggunaan air jampian di Nusantara mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang mengedepankan keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan spiritual.
Praktik ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan tetapi juga memperkuat ikatan masyarakat dengan warisan budaya mereka (Dipl-Ing, 2001).
D. Tradisi Pengobatan Menggunakkan Air Jampian di Nusantara
Pengobatan dengan menggunakan air jampian adalah salah satu tradisi yang kaya dan berakar dalam di Nusantara.
Praktik ini menggabungkan unsur-unsur spiritual Islam dengan kearifan lokal dan budaya masyarakat setempat.
Air jampian, yang telah dido’akan dengan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan do’a-do’a khusus, digunakan untuk berbagai tujuan penyembuhan dan keberkahan, mencerminkan, keyakinan mendalam akan kekuatan spiritual dalam proses penyembuhan (Setiowati & Mutiara Dewi, 2023).
Salah satu contoh yang terkenal adalah praktik pengobatan di pesantren- pesantren di Jawa.
Di pesantren, kiai atau ustaz sering kali melakukan do’a-do’a khusus dan membacakan ayat-ayat Al- Qur'an pada air yang kemudian diberikan kepada santri atau masyarakat yang memerlukan.