Pasca Pilkada Banyuasin : Akun Medsos Provokatif Dalam Bidikan Polres Banyuasin

Pasca Pilkada Banyuasin : Akun Medsos Provokatif Dalam Bidikan Polres Banyuasin

Polres Banyuasin akan Bidik Akun Medsos Provokatif Pasca Pilkada Banyuasin--Roni

HARIANBANYUASIN.COM – Situasi pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Banyuasin kini memasuki masa rekonsiliasi.

Meskipun proses demokrasi telah usai, munculnya akun-akun media sosial yang menyebarkan konten provokatif menjadi tantangan serius bagi upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas di daerah tersebut.

Akun-akun tersebut diduga menyebarkan narasi kebencian dan disinformasi terkait hasil Pilkada, berpotensi memecah belah masyarakat yang selama ini hidup harmonis.

BACA JUGA:Pilkada Banyuasin, Pasangan SELFI Menang Tipis di 4 Kecamatan

BACA JUGA:ASTA Raih Kemenangan di Kecamatan Air Kumbang, Unggul di 8 Desa dari Total 16 Desa

Ketua Komite Komunitas Demokrasi Banyuasin (KKDB), Syaiful Rosyad Fahlevi, menyatakan keprihatinannya atas situasi ini.

“Pilkada sudah selesai, menang atau kalah adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Kini saatnya kita bersatu untuk membangun Banyuasin bersama-sama,” tegas Syaiful.

Ia juga meminta Polres Banyuasin untuk bertindak tegas terhadap akun-akun yang memprovokasi masyarakat.

BACA JUGA:ASTA Unggul Real Count 61,7%, Askolani-Netta Indian Gelar Konferensi Pers

BACA JUGA:Perolehan Suara Sementara, Pasangan ASTA Unggul di 16 Kecamatan Banyuasin

“Akun-akun ini sangat berbahaya, dan kami mendesak pihak berwajib untuk segera mengambil langkah tegas sebelum dampaknya meluas,” tambahnya.

Banyak warga Banyuasin merasa terganggu dengan narasi negatif yang terus bermunculan di media sosial.

Ahmad (34), salah seorang warga, mengungkapkan keresahannya.

BACA JUGA:Pasangan Askolani-Netta (ASTA) Unggul di 13 Kecamatan Berdasarkan Data Real Count

Sumber: