Dalam meditasi ini, seseorang berusaha mencapai kesadaran yang lebih tinggi dan koneksi yang lebih dalam dengan Tuhan.
Melalui muraqabah, seseorang dapat menemukan sumber-sumber internal dari kekuatan dan ketenangan, yang sangat penting dalam proses penyembuhan. (Uddin, 1996)
Praktik sufistik juga menekankan pentingnya kehidupan yang seimbang dan harmonis.
Pola makan sehat, tidur yang cukup, dan menjaga hubungan sosial yang baik dianggap sebagai bagian integral dari kesehatan holistik.
Sufi percaya bahwa setiap tindakan sehari-hari dapat menjadi bentuk ibadah jika dilakukan dengan niat yang tulus dan kesadaran akan kehadiran Tuhan.
Oleh karena itu, menjaga tubuh dan pikiran dalam kondisi yang baik dianggap sebagai tanggung jawab spiritual (Işık, 2022).
Selain praktik-praktik spiritual, musik dan tarian sufi juga dikenal memiliki efek penyembuhan.
Sama atau whirling dervishes, tarian berputar yang dilakukan oleh para sufi Mevlevi, adalah contoh yang paling terkenal (Moinuddin, 1991).
Tarian ini bukan hanya ekspresi eksternal dari ekstase spiritual, tetapi juga bentuk meditasi yang dalam.
Melalui gerakan yang ritmis dan konsentrasi yang penuh, para penari mencapai kondisi transendental yang membantu membersihkan pikiran dan hati dari stres dan pikiran negatif.
Musik sufi, seperti nyanyian qawwali di India dan Pakistan, juga digunakan sebagai alat penyembuhan (Leccese, 2019).
Lirik-liriknya yang penuh dengan cinta dan pujian kepada Allah, serta irama musik yang mendalam, membawa pendengarnya ke dalam keadaan meditasi yang mendalam.
Musik ini membantu menenangkan pikiran, mengangkat semangat, dan memperkuat koneksi spiritual.
Dalam komunitas sufistik, hubungan antara guru (syaikh) dan murid (murid) sangat penting (Ahmed, 2021).
Guru sufi adalah pembimbing spiritual yang membantu muridnya dalam perjalanan penyembuhan dan pencerahan.
Bimbingan dari seorang guru dapat memberikan dukungan emosional dan spiritual yang besar, yang sangat penting dalam proses penyembuhan.