Pengobatan Dengan Pedekatan Sufistik

Rabu 09-07-2025,11:49 WIB
Reporter : Agus Susanto, M.Pd.I
Editor : Fidiani

Do’a adalah praktik spiritual yang melibatkan komunikasi dengan Tuhan atau kekuatan yang lebih tinggi, dan telah menjadi bagian integral dari berbagai tradisi agama dan spiritual di seluruh dunia (Harrison, 2008).

Dalam pandangan tradisional, do’a sering dianggap sebagai cara untuk memohon bimbingan, bantuan, atau berkat dari Tuhan.

Namun, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang fisika kuantum, muncul pertanyaan menarik tentang bagaimana do’a mungkin berhubungan dengan prinsip-prinsip ilmiah yang mendalam.

Fisika kuantum, cabang ilmu fisika yang mempelajari perilaku partikel pada tingkat mikroskopis, menawarkan perspektif yang unik dalam memahami bagaimana do’a dapat mempengaruhi realitas fisik. (Goh et al., 2020).

Dalam konteks ini, beberapa peneliti berpendapat bahwa energi yang dihasilkan melalui do’a dapat berinteraksi dengan medan kuantum, menciptakan kemungkinan baru dalam manifestasi keinginan dan harapan.

Fisika kuantum adalah teori ilmiah yang menggambarkan perilaku partikel subatomik, seperti elektron dan foton, pada tingkat yang sangat kecil.

Salah satu prinsip kunci dalam fisika kuantum adalah bahwa partikel dapat berada dalam beberapa keadaan atau lokasi sekaligus, fenomena yang dikenal sebagai superposisi.

Selain itu, prinsip keterikatan kuantum menunjukkan bahwa partikel-partikel yang terhubung secara kuantum dapat mempengaruhi satu sama lain secara instan, bahkan jika mereka terpisah oleh jarak yang sangat jauh. (Gadomsky & Altunin, 2000)

Do’a dan Fisika Kuantum: Jembatan Antara Spiritualitas dan Ilmu Pengetahuan Meskipun do’a pada umumnya dipahami dalam konteks spiritual dan religius, beberapa peneliti dan pemikir mencoba menjembatani antara konsep do’a dengan prinsip-prinsip fisika kuantum (Umar, 2016).

Mereka mencari cara untuk memahami bagaimana do’a bisa mempengaruhi realitas dari sudut pandang ilmiah.

1) Konsep Superposisi dan Kekuatan Do’a

Dalam fisika kuantum, superposisi menggambarkan keadaan di mana sebuah partikel bisa berada dalam beberapa keadaan sekaligus hingga diukur (Lehmann, 2008).

Dalam konteks do’a, prinsip ini bisa dianalogikan dengan keyakinan bahwa do’a memiliki potensi untuk mempengaruhi berbagai kemungkinan hasil.

Ketika seseorang berdo’a, mereka bisa merasakan bahwa do’a mereka "menciptakan" atau "membuka" kemungkinan baru, memungkinkan berbagai hasil yang lebih baik atau berbeda untuk terjadi. (Hyde et al., 2012).

Misalnya, dalam do’a, seseorang mungkin meminta kesehatan, kebahagiaan, atau keberuntungan.

Dari perspektif kuantum, do’a ini bisa dianggap sebagai cara untuk mengarahkan energi spiritual atau mental yang mempengaruhi realitas di berbagai kemungkinan.

Kategori :