Mengincar Untung dari Lumpur Bencana
Ummu Intan (Aktivis Dakwah Muslimah)--doc
HARIANBANYUASIN.COM - Dalam rapat kerja di Aceh Tamiang, presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa tumpukan lumpur di wilayah bencana menarik minat beberapa pihak swasta.
Menurut Presiden Prabowo pemanfaatan lumpur oleh swasta akan membantu pemasukan daerah. (CNBC Indonesia 01 Januari 2026).
Pernyataan Presiden tersebut semakin mempertegas watak kapitalistik pemerintahan dengan melempar tanggung jawab kepada pihak swasta demi keuntungan.
BACA JUGA:Memetik Hikmah, Dibalik Musibah Sepanjang Tahun 2025
BACA JUGA:Proyek Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat
Sayangnya kebijakan tersebut justru menyakiti hati rakyat terutama yang saat ini sedang tertimpa musibah bencana lumpur di Aceh.
Alih-alih meringankan beban rakyat, para pemimpin negeri ini malah sibuk mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat.
Kebijakan pemerintah untuk mengangkat lumpur bencana di wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor tentu tidak salah jika memang kebijakan tersebut digunakan untuk meringankan penderitaan warga, bukan malah memanfaatkan kesempatan dalam penderitaan.
BACA JUGA:Solusi Praktis Nontunai Bandara SMB II Palembang
BACA JUGA:Banjir Melanda Negeri, Saatnya Kita Instropeksi Diri
Namun, sayangnya kebijakan tersebut salah prioritas.
Seharusnya pemerintah lebih mengutamakan bantuan pokok untuk masyarakat terdampak bencana seperti tempat tinggal, air bersih, listrik, pasokan makanan dan obat-obatan.
Solusi yang diambil pemerintah tersebut hanyalah bersifat pragmatis karena tidak akan menyelesaikan pokok permasalahan yang sebenarnya.
BACA JUGA:Kamuflase Moderasi dalam Kurikulum Cinta
Sumber: