BACA JUGA:Kebanyakan Makan Durian? Ini Cara Ampuh Mengatasi Mabuk Durian dengan Cepat dan Alami
Karbohidrat akan diolah menjadi glukosa yang digunakan sel sebagai bahan bakar untuk menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, mengonsumsi durian dapat membantu memenuhi kebutuhan energi, terutama ketika tubuh membutuhkan tambahan asupan setelah beraktivitas.
Namun, kandungan kalori durian juga perlu diperhatikan.
Jika durian dikonsumsi dalam jumlah besar setiap hari tanpa diimbangi aktivitas fisik yang memadai, asupan kalori dapat melebihi kebutuhan tubuh. Dalam jangka panjang, kelebihan kalori tersebut berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.
Karena itu, meskipun durian terasa seperti camilan biasa, konsumsinya tetap perlu diperhitungkan sebagai bagian dari asupan makanan harian.
2. Pencernaan Bisa Lebih Terbantu Berkat Serat
Durian mengandung serat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Serat membantu memperlancar pergerakan usus dan mendukung pembentukan tinja. Jika dikonsumsi bersama makanan bergizi lainnya, durian dapat menjadi salah satu sumber serat yang membantu memenuhi kebutuhan harian.
Asupan serat yang cukup juga penting untuk menjaga keteraturan buang air besar.
Meski demikian, bukan berarti semakin banyak durian yang dimakan, semakin baik pula pencernaan seseorang.
Mengonsumsi durian dalam jumlah berlebihan sekaligus dapat menimbulkan rasa begah, kembung, atau ketidaknyamanan pada perut, terutama bagi orang yang sensitif terhadap makanan tertentu.
Untuk mendapatkan manfaat serat secara optimal, tetap kombinasikan durian dengan sayuran, buah-buahan lain, biji-bijian utuh, dan air putih yang cukup.
3. Kadar Gula Darah Bisa Meningkat
Rasa manis durian berasal dari kandungan gula alami di dalamnya. Meskipun gula tersebut terdapat secara alami dalam buah, jumlah durian yang dikonsumsi tetap berpengaruh terhadap total karbohidrat yang masuk ke tubuh.
Ketika durian dimakan, karbohidrat di dalamnya dicerna dan dapat meningkatkan kadar gula darah.
Pada orang yang sehat, tubuh umumnya mengatur kadar gula darah melalui kerja hormon insulin. Namun, respons setiap orang dapat berbeda, terutama pada mereka yang memiliki diabetes atau gangguan pengaturan gula darah.