Tutup pintu dan jendela apabila udara luar dipenuhi asap atau abu.
Hindari menyalakan kipas yang justru menarik udara tercemar dari luar ke dalam ruangan.
Jika memungkinkan, buat ruangan tetap tertutup selama kondisi udara di luar sangat buruk.
Kabut asap dan abu vulkanik memang sama-sama membuat udara tidak sehat, tetapi keduanya memiliki sumber dan karakteristik yang berbeda.
Kabut asap berkaitan dengan polusi hasil pembakaran, sedangkan abu vulkanik merupakan material halus yang dikeluarkan gunung api.
Keduanya dapat berbahaya apabila konsentrasinya tinggi dan seseorang terpapar dalam waktu lama.
Karena itu, bukan hanya jenis pencemar yang perlu diperhatikan, tetapi juga tingkat paparannya.
Mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai, menjaga ruangan tetap terlindungi dari udara tercemar, serta mengikuti informasi resmi merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko.
Dengan memahami perbedaannya, masyarakat dapat mengambil tindakan yang lebih tepat ketika menghadapi kabut asap maupun abu vulkanik.