4. Vitamin D
Vitamin D penting untuk membantu menjaga kesehatan tulang dan fungsi tubuh lainnya.
Orang yang jarang terkena paparan sinar matahari atau memiliki kadar vitamin D rendah dapat memerlukan perhatian lebih terhadap asupan vitamin ini.
BPOM memperbolehkan vitamin D hingga 1.000 IU per hari dalam kategori suplemen kesehatan tertentu, sementara penggunaan dosis yang lebih tinggi memiliki ketentuan khusus.
Sebaiknya jangan mengonsumsi vitamin D dosis tinggi dalam jangka panjang tanpa arahan tenaga kesehatan.
Penggunaan berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan akibat kadar kalsium yang terlalu tinggi.
5. Vitamin E
Vitamin E merupakan vitamin larut lemak yang berperan sebagai antioksidan.
Nutrisi ini membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Vitamin E dapat diperoleh dari kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati, dan beberapa jenis sayuran.
Suplemen vitamin E sebaiknya tidak dikonsumsi sembarangan karena vitamin larut lemak dapat terakumulasi dalam tubuh.
Untuk kebutuhan harian, utamakan makanan bergizi seimbang. Suplemen lebih tepat digunakan apabila memang ada alasan nutrisi yang jelas.
6. Asam Folat atau Vitamin B9
Asam folat merupakan bagian dari kelompok vitamin B yang berperan dalam pembentukan sel baru.
Nutrisi ini sangat penting pada kondisi tertentu, termasuk selama kehamilan.
Bagi orang dewasa secara umum, kebutuhan asam folat sebaiknya dipenuhi melalui makanan seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, buah tertentu, dan makanan yang telah difortifikasi.