Tak heran jika tanaman ini kerap disebut sebagai “pemecah batu” oleh masyarakat.
Selain itu, keji beling juga bersifat diuretik, sehingga membantu tubuh membuang racun melalui urine.
Tak hanya itu, keji beling juga dikenal memiliki khasiat sebagai antioksidan.
Kandungan flavonoid dan polifenol di dalamnya berperan dalam menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.
Dengan rutin mengonsumsi ramuan keji beling, tubuh diyakini menjadi lebih terlindungi dari berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes dan penyakit jantung.
Manfaat lain yang tak kalah penting adalah kemampuannya membantu menurunkan kadar gula darah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak keji beling berpotensi membantu mengontrol kadar glukosa dalam darah, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes sebagai pendamping pengobatan medis.
Selain itu, keji beling juga dipercaya dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah.
Di bidang kesehatan pencernaan, keji beling digunakan untuk membantu meredakan gangguan lambung dan memperbaiki metabolisme tubuh.
Kandungan serat alaminya juga baik untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
Meski memiliki banyak khasiat, konsumsi keji beling tetap perlu dilakukan secara bijak.
Penggunaan berlebihan tanpa pengawasan dapat menimbulkan efek samping.
Oleh karena itu, sebaiknya keji beling dikonsumsi dalam takaran wajar dan dikombinasikan dengan pola hidup sehat.
Dengan segudang manfaat yang dimilikinya, jelas bahwa keji beling bukan sekadar tanaman biasa.
Tanaman sederhana ini membuktikan bahwa alam menyediakan solusi kesehatan yang luar biasa, asalkan kita mau mengenal dan memanfaatkannya dengan bijak.