HARIANBANYUASIN.COM - Keji beling mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang.
Tanaman yang kerap tumbuh liar di pekarangan, tepi sawah, atau pinggir jalan ini sering dianggap sebagai gulma biasa.
Padahal, di balik tampilannya yang sederhana, keji beling menyimpan berbagai khasiat yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
BACA JUGA:Mengenal Kumis Kucing, Herbal Tradisional untuk Pencegahan Hipertensi
BACA JUGA:Tanaman Kumis Kucing: Khasiat, Kandungan, dan Cara Mengolahnya
Tanaman dengan nama latin Strobilanthes crispa ini bahkan dikenal sebagai salah satu tanaman herbal unggulan di Indonesia.
Keji beling memiliki ciri daun berwarna hijau tua dengan permukaan agak kasar dan tepi bergerigi.
Daunnya sering dimanfaatkan sebagai bahan utama ramuan herbal, baik dalam bentuk rebusan maupun teh herbal.
BACA JUGA:GERD Bukan Penyakit Biasa, Ini Risiko Fatal Jika Diabaikan
BACA JUGA:Kenali Manfaat Ubi Berdasarkan Warnanya, dari Kesehatan Otak hingga Jantung
Sejak dahulu, masyarakat tradisional menggunakan keji beling sebagai solusi alami untuk berbagai keluhan kesehatan.
Salah satu manfaat keji beling yang paling terkenal adalah membantu mengatasi batu ginjal.
Kandungan senyawa aktif di dalam daunnya dipercaya mampu meluruhkan batu ginjal secara alami dan membantu melancarkan saluran kemih.
BACA JUGA:Sekilas Mirip, Ternyata Beda Jauh! Ini Perbedaan Chia Seed dan Biji Selasih yang Jarang Diketahui
BACA JUGA:Kebanyakan Makan Durian? Ini Cara Ampuh Mengatasi Mabuk Durian dengan Cepat dan Alami