Memetik Hikmah, Dibalik Musibah Sepanjang Tahun 2025

Minggu 04-01-2026,12:29 WIB
Reporter : Muthmainnah Kurdi, S. Ag
Editor : Fidiani

Pada konteks ini, negara hadir memastikan kawasan lindung, area konservasi, atau kawasan resapan tidak dikonversi sembarangan, yang dapat mengubah siklus hidrologi.

Jadi riset para ilmuwan betul-betul digunakan negara sebagai bahan pertimbangan ketika mengambil keputusan terkait konversi lahan.

Pemimpin melalui para ilmuwan melakukan mitigasi dengan melakukan kajian risiko bencana, konservasi ekosistem, hingga melakukan penguatan infrastruktur negara wajib mencegah bahaya yang lebih besar dengan kebijakan yang mendahulukan maslahat publik.

Mencontoh era kekhalifahan Abbasiyah, Baghdad dirancang dengan sistem kanal pengendali banjir dan sistem drainase radial yang adaptif terhadap curah hujan tinggi.

Aliran sungai Tigris dikelola secara terintegrasi dengan kanal-kanal buatan untuk mencegah banjir. 

Pada masa kekhalifahan Turki Utsmani, Istanbul dengan kondisi geologinya yang berada pada zona patahan, bangunan dirancang dengan timber frame system yaitu sistem struktur fleksibel yang tahan guncangan.

Masjid Süleymaniye dan banyak hunian Utsmani terbukti mampu bertahan dari gempa besar selama berabad-abad.

Selanjutnya, kepala negara akan melakukan kesiapsiagaan dan peringatan dini.

Pada fase ini, negara menyiapkan masyarakat dengan memberikan edukasi kebencanaan, mekanisme evakuasi, dan perangkat peringatan dini.

Pada fase tanggap darurat, negara akan menanggung penuh seluruh kebutuhan korban, hingga beraktivitas normal kembali.

Pada masa peradaban Islam, khalifah menurunkan bantuan darurat dari baitulmal (kas negara).

Baitulmal wajib mengeluarkan dana tanpa syarat saat terjadi bencana.

Lalu, memobilisasi penuh aparat negara, mulai dari wali (setingkat gubenur), amil, dan struktur di bawahnya, juga nakes dan aparat keamanan, untuk membantu korban dalam satu komando.

Khalifah juga akan membuka posko darurat dan melakukan evakuasi ke tempat yang aman.

Pada masa Utsmani, saat terjadi gempa di Anatolia, evakuasi dan tempat pengungsian disiapkan oleh sipahi (militer lokal).

Khalifah juga akan melakukan pendataan korban, fasiltas umum yang terdampak bencana, serta menyediakan kebutuhan hidup menyeluruh secara gratis.

Kategori :