Pejabat Berulang Kali Buat Rakyat Geram
Sarah Hanifah, S.Ds--doc
HARIANBANYUASIN.COM - Di tengah krisis ekonomi, banyaknya pengangguran dan sulitnya mencari pekerjaan, rakyat dibuat geram dengan rakusnya para pejabat akan anggaran dikalangan mereka.
Lalu disaat ramai komentar terkait statement dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang menyiratkan bahwa guru adalah beban negara, justru tingkah para pejabat inilah yang sejatinya beban negara.
Pada berbagai kesempatan klarifikasi, para anggota DPR pun sangat mengagungkan keangkuhan kedudukan mereka, menganggap rakyat memang posisinya lebih rendah daripada mereka.
BACA JUGA:Kemiskinan Tinggi, Bisakah Sekolah Rakyat Jadi Solusi ?
BACA JUGA:Anomali Anggota Dewan
Padahal di masa pemilu mereka berlomba-lomba mengunggulkan rakyat.
Efisiensi anggaran yang mereka gaungkan, sungguh sangat omong kosong, disaat justru anggaran mebelariat yang sangat boros.
Gambaran kehidupan pemborosan anggaran, dimana pembangunan rumah anggota DPR mencapai 50 juta per bulan per orangnya adalah bentuk nirempati para pejabat pada rakyatnya yang masih hidup dalam garis kemiskinan.
BACA JUGA:Islam, Lahirkan Generasi Terbaik
BACA JUGA:Siswa Makin Brutal, Potret Buram Generasi
Banyak masyarakat yang kebingungan untuk membayar sewa kontrakan, bahkan lebih mirisnya tidur di gerobak maupun jalanan.
Tidak pantas bermewahan di saat rakyat yang merupakan amanahnya malah terbengkalai.
Karakter seperti ini merupakan produk dari sistem kapitalis dimana orang terbentuk untuk berorientasi pada materi, dan sibuk memperkaya diri dan rakyat menjadi korban obralan janji.
BACA JUGA:80 Tahun Kemerdekaan, Indonesia Masih Terjajah?
Sumber: