Memetik Hikmah, Dibalik Musibah Sepanjang Tahun 2025

Minggu 04-01-2026,12:29 WIB
Reporter : Muthmainnah Kurdi, S. Ag
Editor : Fidiani

Sistem ini tentu saja tidak layak untuk dipertahankan.

Umat harus mencari sistem pengganti yang mampu menjaga bumi sebaik-baiknya dan membawa kemaslahatan bagi rakyatnya.

Dari sini dipahami bahwa:

Pertama, Indonesia merupakan negara rawan bencana, namun pemerintah belum maksimal memberikan pencegahan hingga gelagapan ketika bencana datang dan banyak nyawa melayang

Kedua, ada koneksi di belakang layar antar penguasa dengan pengusaha seringkali membuat alam rusak dan menimbulkan bencana yang mematikan rakyat.

Ketiga, paradigma kepemimpinan kapitalisme membuat penguasa negeri ini tidak bertindak sebagai raa'in (pelayan) dan junnah (pelindung) bagi rakyat.

Hikmah Musibah dalam Islam

-----------

Berbeda dalam sistem hidup yang diatur oleh aturan Islam.

Jangankan mengurus dan mengendalikan bencana, sistem Islam bahkan lebih jauh mengatur mekanisme hidup berlimpah kebahagiaan di alam akhirat.

Terkait mekanisme penanganan bencana , peran pemimpinlah yang menentukan. 

Seorang pemimpin (khalifah) dalam kepemimpinan Islam selalu melibatkan aspek spiritual atau ketakwaan dalam mengurus rakyatnya, dengannya ia melakukan upaya terbaik untuk melindungi nyawa seluruh rakyat.

Salah satu teladan nyata adalah Khalifah Umar bin Khaththab ra. saat Madinah dan Hijaz dilanda paceklik hebat pada tahun 18 Hijriah.

Umar memandang musibah bukan semata persoalan alam, melainkan ujian kepemimpinan. 

Ia berdoa dengan penuh ketakutan, ”Ya Allah, jangan Engkau binasakan umat Muhammad karena dosaku.”

Doa ini menunjukkan betapa Khalifah Umar menempatkan dirinya sebagai orang pertama yang harus bertanggung jawab, bukan mencari pembenaran.

Kategori :