BoP Hanya Alat Penjajahan AS, Indonesia Harus Hengkang
Muthmainnah Kurdi, S. Ag--doc.istimewa
HARIANBANYUASIN.COM - Sejak awal, publik Indonesia mendorong pemerintah Indonesia untuk tidak bergabung dalam BoP. Kerena terbukti hanya menjadi alat penjajahan AS di bawah kendali ambisius Trump.
Dibalik narasi boar of peace adalah, kesewenangan yang makin tak terkendali.
Bukan saja hegemoninya di negeri-negeri muslim, dia bahkan kembali bersekutu dengan Zionis Israel meluaskan watak arogannya dengan mengebom Iran, menewaskan rakyat sipil dan pemimpin tertinggi Iran serta keluarganya.
BACA JUGA:Merindukan Pemimpin yang Amanah
BACA JUGA:UU PPRT Untuk Mensejahterahkan, Betulkah?
BoP sejatinya keserakahan dan kesewenangan AS yang dilegalkan dan dipaksakan melalui topeng perdamaian.
Fakta terbaru adalah duo serangan AS-Israel ke Iran.
Dan juga, terus menjadi penyokong juga pemasok senjata ke Israel.
BACA JUGA:Judol Memakan Korban: Saat Sistem Gagal, Keluarga Jadi Tumbal
BACA JUGA:Kecanduan Judol, Anak Nekat Bunuh Ibu Kandung: Potret Rusaknya Kehidupan
Senada dengan pernyataan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sidarnoto Abdul Hakim, bahwa duo serangan tersebut menjadi bukti konkret bahwa Presiden AS Donald Trump sejatinya adalah perusak atau penghancur perdamaian.
Sedangkan, menurut akademisi Rektor Universitas Islam Indonesia Fathul Wahid mengatakan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP berpotensi bertentangan dengan amanat konstitusi dan mereduksi prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Menyusul Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia, mereka telah melayangkan surat ke Kantor Kementerian Sekretariat Negara.
BACA JUGA:Ketika Pelajar Menjadi Pengedar Sabu, Buah Pahit Sistem Sekuler yang Gagal Menjaga Generasi
Sumber: