Board of Peace, Jalan Licik Penjajah
Mutmainnah Kurdi, S. Ag--doc
HARIANBANYUASIN.COM - Kabar presiden Prabowo bergabung ke dalam plan New Gaza, Board of Peace (BoP), tentu sangat mengejutkan publik Indonesia.
Pasalnya, selain sebagai negara dengan mayoritas muslim, masyarakat Indonesia selama ini dikenal sangat peduli dengan penderitaan masyarakat Gaza, sangat menentang segala bentuk narasi penjajahan juga kebijakan yang memihak penjajah.
Bahkan, keseriusan penentangan itu dituangkan dalam preambule UUD 1945.
BACA JUGA:Mengincar Untung dari Lumpur Bencana
BACA JUGA:Memetik Hikmah, Dibalik Musibah Sepanjang Tahun 2025
Board of Peace
-------------
Dalam konteks ini, BoP merupakan organisasi yang dibentuk sebagai alternatif untuk mengawal proses transisi dan rekonstruksi di Gaza pasca konflik.
Inti Board of Peace adalah Dewan Perdamaian bentukan Trump yang bertujuan menangani konflik internasional, saat ini Adalah Gaza.
Tidak menutup kemungkinan juga, negara-negara berkonflik lainnya.
BACA JUGA:Proyek Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat
BACA JUGA:Solusi Praktis Nontunai Bandara SMB II Palembang
Dengan branding sebagai negara adidaya, AS merasa punya kendali.
Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian dipromosikan sebagai “jalan damai” bagi konflik Gaza namun, sejarah membuktikan di Palestina juga negara jajahan Barat lainnya, bahwa itu hanyalah bentuk penjajahan yang dibungkus dengan istilah “perdamaian”, “stabilisasi” dan “rekonstruksi”.
Sumber: