Merindukan Pemimpin yang Amanah
Ismawati (Aktivis Dakwah Banyuasin)--doc.istimewa
HARIANBANYUASIN.COM - Berbicara soal pemimpin, saya teringat kisah pemimpin amanah di masa Islam, salah satunya adalah Khalifah Umar bin Khaththab.
Beliau pernah berkata, “Seandainya seekor keledai terperosok di jalanan Irak karena jalan yang rusak, maka aku khawatir Allah akan meminta pertanggungjawaban Umar.”
Kalimat ini bukan sekadar ungkapan, melainkan gambaran betapa besar rasa tanggung jawab seorang pemimpin terhadap rakyatnya.
BACA JUGA:UU PPRT Untuk Mensejahterahkan, Betulkah?
BACA JUGA:Judol Memakan Korban: Saat Sistem Gagal, Keluarga Jadi Tumbal
Bahkan seekor hewan yang celaka akibat jalan rusak pun membuat beliau takut akan hisab di hadapan Allah Swt. Apalagi jika yang menjadi korban adalah manusia, ayah, ibu, anak-anak, atau bahkan para pencari nafkah yang berjuang di jalan.
Terlepas dari sunatullah kematian adalah hak Allah Swt. yang tidak dapat ditunda atau dipercepat, tetapi yang membuat ironi di sini adalah adanya kelalaian mengurus kebutuhan jalan.
Saya merupakan masyarakat yang tinggal di wilayah Banyuasin, Sumatera Selatan.
BACA JUGA:Kecanduan Judol, Anak Nekat Bunuh Ibu Kandung: Potret Rusaknya Kehidupan
BACA JUGA:Ketika Pelajar Menjadi Pengedar Sabu, Buah Pahit Sistem Sekuler yang Gagal Menjaga Generasi
Hanya saja, untuk bepergian melewati jalan lintas timur (Jalintim) Palembang-Betung merupakan sesuatu menakutkan. Mengapa?
Kondisi jalan bergelombang, rusak di banyak titik, serta sempit untuk menampung kendaraan besar.
Padahal jalan ini merupakan jalur lintas provinsi yang setiap hari dilalui masyarakat, kendaraan logistik, hingga angkutan umum, sehingga memiliki peran penting dalam menopang aktivitas dan perekonomian daerah.
BACA JUGA:Peredaran Narkoba Merajalela, Butuh Solusi Islam
Sumber: