Polemik Indonesia bergabung di Board of Peace
Nita Nopiana--doc
HARIANBANYUASIN.COM - Polemik keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian Gaza terus bergulir.
Menjadi perbincangan hangat di berbagai lini masa tepat Trump membentuk BOP tanggal 22 Januari 2026.
Berdasarkan Associated Press CNN Indonesia , negara yang bergabung dalam BOP ialah Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Hungaria,Mesir, Indonesia, Israel ,Yordania, Kazakhstan,Kosovo, Maroko, Mongolia, Pakistan, Paraguay,Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam.
BACA JUGA:Board of Peace, Jalan Licik Penjajah
BACA JUGA:Mengincar Untung dari Lumpur Bencana
Adapun yang menolak untuk bergabung ialah Prancis, Norwegia, Slovenia, Juga Swedia.
Fakta yang ironis jika kita perhatikan justru negara muslim menjadi dominasi dalam keanggotan BOP.
Negara muslim yang kita harap bersatu untuk membebaskan Palestina namun berdamai dengan musuh besar kaum muslimin.
BACA JUGA:Memetik Hikmah, Dibalik Musibah Sepanjang Tahun 2025
BACA JUGA:Proyek Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat
Lebih lanjut juga kita berharap kepada ulama yang memahami persoalan ini.
Ulama yang awalnya menolak lantang bergabungnya Indonesia di BOP, namun setelah diundang ke Istana Kepresidenan bersama dengan 16 pemimpin organisasi, tokoh Islam dan perwakilan dari pondok pesantren justru suara lantang mereka untuk menolak bergabungnya Indonesia di BOP menjadi padam, tak lagi terdengar untuk menolak.
Suara mereka dengan mudahnya berbelok menjadi pendukung presiden untuk bergabung dalam dewan perdamaian digagas oleh Trump, meskipun dengan pernyataan jika nantinya tidak sepemahan dengan ulama bisa Indonesia keluar dari dewan tersebut.
BACA JUGA:Solusi Praktis Nontunai Bandara SMB II Palembang
Sumber: