Merindukan Pemimpin yang Amanah
Ismawati (Aktivis Dakwah Banyuasin)--doc.istimewa
Sementara pelayanan publik, termasuk infrastruktur jalan, kerap berjalan lambat dan tidak merata.
Tidak heran jika kerusakan jalan dibiarkan berlarut-larut meski telah memakan korban jiwa.
Negara baru bergerak ketika kasus viral, menuai sorotan publik, atau menimbulkan tekanan politik.
Padahal Islam memandang kepemimpinan sebagai amanah dan pelayanan.
Penguasa bukan sekadar pejabat administratif, melainkan pelayan umat yang akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap urusan rakyatnya.
Karena itu, dalam sistem Islam, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, bukan dikalahkan oleh kepentingan anggaran, birokrasi berbelit, ataupun tarik ulur kepentingan elite.
Islam juga menetapkan bahwa fasilitas umum seperti jalan merupakan kebutuhan publik yang wajib dijamin negara.
Pembiayaan pembangunan dan perawatan infrastruktur diambil dari pengelolaan harta milik umum dan pos-pos pemasukan negara yang diatur syariat, sehingga kebutuhan rakyat tidak bergantung pada kepentingan korporasi ataupun proyek politik lima tahunan.
Lebih dari itu, Islam membangun ketakwaan individu pemimpin.
Seorang pemimpin dalam Islam sadar bahwa jabatan bukan jalan mencari keuntungan, melainkan amanah berat yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.
Kesadaran inilah yang dahulu melahirkan pemimpin seperti Umar bin Khaththab, yang takut dimintai pertanggungjawaban hanya karena seekor keledai terperosok akibat jalan rusak.
Karena itu, problem jalan rusak sejatinya tidak cukup diselesaikan dengan pergantian pejabat ataupun janji pembangunan semata.
Persoalan ini membutuhkan perubahan cara pandang dalam mengurus rakyat, dari paradigma kapitalistik yang berorientasi materi menuju sistem Islam yang menjadikan pelayanan terhadap umat sebagai amanah dan ibadah.
Hari ini masyarakat merindukan pemimpin yang amanah, pemimpin yang menjalankan amanah kepemimpinan karena besarnya tanggung jawab.
Berkaca dari Umar bin Khaththab, hewan saja dijaga nyawanya apalagi rakyat.
Sumber: