Board of Peace, Jalan Licik Penjajah
Mutmainnah Kurdi, S. Ag--doc
Kita harus jujur bahwa BoP dibentuk bukan untuk perdamaian Palestina, bahkan di dalam program tersebut Palestina tidak dilibatkan sama sekali.
Sebaliknya, BoP sejatinya bagian dari kepentingan geopolitik dan ekonomi AS. Pemerintah AS mengumumkan rencana mereka membangun “Gaza Baru” yang pada hakikatnya adalah pembangunan dari nol wilayah Palestina yang telah hancur akibat genosida oleh Zionis sejak 7 Oktober 2023.
Inilah ironi terbesar bagi dunia Islam. Kaum penjajah tampil sebagai “juru damai” bagi umat Islam.
BoP sejak awal dikendalikan oleh negara-negara penjajah. Amerika dan sekutunya menjadi aktor utama. Negara-negara Muslim hanya dijadikan pelengkap legitimasi.
Besarnya pengaruh AS sebagai adidaya dunia dan penyokong utama Zionis Yahudi, mustahil terkalahkan jika tidak dengan kekuatan yang seimbang.
Dan, penjajahan atas Palestina tidak akan berhenti di meja perundingan yang timpang, ataupun oleh dewan-dewan bentukan kafir penjajah dan negoisasi.
Solusi untuk Palestina dan negara-negara terjajah lainnya hanyalah dengan jihad. Sebagaimana perintah Allah Swt. berikut:
"Jika mereka memerangi kalian maka perangilah mereka. Demikianlah balasan setimpal bagi kaum kafir". (TQS al-Baqarah [2]: 191).
Sayangnya, saat ini umat Islam tidak memiliki institusi global sebagai pemersatu mereka, yaitu Khilafah. Khilafahlah yang telah berhasil menghimpun seluruh potensi, sumber daya dan kekuatan umat termasuk militer.
Khilafah pula yang menjadi satu-satunya institusi pembela dan pelindung umat sedunia, tidak pandang muslim maupun non muslim.
Untuk itu, butuh perjuangan mengembalikan institusi itu ke dalam pelukan umat. Agar, bukan hanya Palestina yang terbebas. Tapi, seluruh penjuru bumi ini terbebas dari hegemoni licik penjajah.
Wallahu a'lam.
Sumber: