Jembatan Lubuk Rukam–Muara Kumbang Ambruk

Jembatan Lubuk Rukam–Muara Kumbang Ambruk

Jembatan Lubuk Rukam–Muara Kumbang Ambruk --

HARIANBANYUASIN.COM - Warga Desa Lubuk Rukam dan Muara Kumbang, Kabupaten Ogan Ilir, dikejutkan dengan ambruknya Jembatan Lubuk Rukam–Muara Kumbang pada Senin, 16 Februari 2026.

Peristiwa tersebut terjadi hanya sehari setelah jembatan darurat itu selesai tahap finishing. Detik-detik ambruknya jembatan bahkan terekam dalam video warga yang berada di lokasi.

Dalam video yang beredar, seorang warga bernama Suhadi bersama warga lainnya tampak tengah bergotong royong membersihkan tumpukan rumput air yang terbawa arus sungai dan menumpuk di hulu jembatan. 

Gulma air yang datang dalam jumlah besar itu tersangkut di tiang-tiang penyangga, sehingga menambah beban struktur jembatan.

Seorang wanita yang merekam kejadian tersebut terdengar panik saat melihat kondisi jembatan mulai goyah. 

“Lah nak rubuh pula nah, dah,” ucapnya dalam video, beberapa detik sebelum jembatan roboh. 

Warga yang berada di atas tumpukan sampah rumput air langsung bersiap menjauh ketika terdengar suara kayu dan rangka jembatan berderak keras.

Tak lama kemudian, jembatan itu benar-benar ambruk. “Nah ya Allah roboh lagi, baru sekali saya lewati. Ya Allah ya Tuhanku. Nah ambruk lagi,” teriak wanita tersebut sambil memperingatkan warga lain agar segera minggir dan menyelamatkan diri. 

Beruntung dalam peristiwa itu tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Diketahui, sebelumnya jembatan penghubung dua desa tersebut juga pernah ambruk akibat faktor serupa. 

Pemerintah daerah kemudian membangun jembatan darurat guna memastikan mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah, tetap berjalan lancar. 

Namun, jembatan sementara yang baru selesai dibangun itu kembali roboh dengan penyebab yang diduga sama, yakni tumpukan gulma air yang terbawa arus sungai deras.

Derasnya aliran sungai yang membawa rumput air dalam jumlah besar disebut menjadi faktor utama. 

Tiang jembatan darurat diduga tidak mampu menahan tekanan dan beban tambahan dari gulma yang menumpuk, sehingga struktur kehilangan keseimbangan dan akhirnya runtuh.

Sumber: