HARIANBANYUASIN.COM - Adanya video yang menampilkan dugaan suap yang sedang Viral oleh oknum yang mengatas namakan LSM di Kabupaten Banyuasin sempat beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi publik.
Video tersebut turut dikaitkan dengan isu dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) palsu yang sebelumnya ramai diperbincangkan di jagat maya.
Menanggapi hal itu, Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Banyuasin, serta Himpunan Mahasiswa Banyuasin (HIMBA) dan Hantam Sumsel melakukan jumpa pers di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sabtu 28 Februari 2026.
Ketua Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Banyuasin Panji Al Fatih bersama Himpunan Mahasiswa Banyuasin (HIMBA) Ketum Joni Iskandar Dan Hantam Sumsel Ulil Mustofa, bersepakat mengatakan jika Indonesia adalah negara hukum, Bukannya negara kekuasaan.
Ia menegaskan, penegakan hukum di Indonesia menjadi penanda ciri khas dari sebuah nilai-nilai konsistensi yang tegak lurus terhadap konstitusi yang tertulis dalam panduan berbagsa dan bernegara, kesemuanya itu harus ditaati oleh setiap warga negara Indonesia tanpa terkecuali.
"Selama ini kami menilai bahwa kinerja Kejari Kabupaten Banyuasin, sangat maksimal dalam proses mewujudkan supremasi hukum di bumi sedulang setudung," ujar Panji AL-Fatih, S.Pd.
Namum ia menilai sangat perlu adanya dorongan kuat dari elemen organisasi penggiat demokrasi dan penggiat anti korupsi dalam memberikan control terhadap arah kebijakan eksekutif dan Legislatif Banyuasin secara menyeluruh.
Hal ini untuk terwujudnya tata kelola Pemerintahan yang bersih yang jauh dari praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, juga tidak luput dari kinerja Kejari Kabupaten banyuasin.
Bahkan ia juga menegaskan bahwa hakikat keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah menjadi elemen kontrol sosial sekaligus pendorong kemajuan daerah.
Dalam konteks tersebut, ketika Aparat Penegak Hukum (APH) menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai aturan perundang-undangan, maka dukungan konstruktif dari masyarakat sipil merupakan bagian dari tanggung jawab moral bersama.
Ia menyikapi sebuah video yang menampilkan dugaan Suap yang sedang Viral oleh oknum yang mengatas namakan LSM di Kabupaten Banyuasin sempat beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi publik.
Video tersebut turut dikaitkan dengan isu dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) palsu yang sebelumnya ramai diperbincangkan di jagat maya.
Dalam video yang beredar pada Kamis (26/2/2026), terdapat narasi berjudul “Institusi Adhyaksa tercemar oknum staf Pidsus Kejari Banyuasin Diduga Rekayasa (engineering) OTT Palsu.
Judul tersebut sempat memantik perhatian masyarakat terhadap institusi penegak hokum Khususnya di Banyuasin.
Terkait adanya Karangan Bunga yang hari ini bertebaran di Kejari Banyuasin itu hanya bentuk dukungan terhadap aparat penegak hokum, untuk memberatas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di seluruh wilayah di Banyuasin khususnya,