Langit Eropa Membara! Aurora Merah Langka Jadi Bukti Puncak Solar Maximum 2026
Fenomena aurora pada 19–20 Januari 2026 menjadi salah satu peristiwa langit paling spektakuler dalam sejarah modern.--
HARIANBANYUASIN.COM - Fenomena aurora pada 19–20 Januari 2026 menjadi salah satu peristiwa langit paling spektakuler dalam sejarah modern.
Badai matahari berskala ekstrem G4 hingga G5 menghantam magnetosfer Bumi dan memicu tirai cahaya raksasa yang “meluber” jauh dari wilayah kutub.
Negara-negara yang selama ini nyaris mustahil menyaksikan aurora seperti Inggris, Skotlandia, Austria, Prancis, Slovenia, Italia Utara, bahkan Tiongkok hingga California Utara, mendadak diselimuti langit merah menyala.
BACA JUGA:Bukan Niagara! Ini Dia Air Terjun Terbesar di Dunia yang Punya 275 Aliran Air Sekaligus
BACA JUGA:Atap Hijau, Lanskap Air, dan Panel Surya: Rahasia Desain Cerdas Lotus Clubhouse
Skala G4 dan G5 sendiri merupakan kategori tertinggi dalam klasifikasi badai geomagnetik yang dikeluarkan oleh NOAA.
Pada level ini, gangguan terhadap medan magnet Bumi sangat kuat, berpotensi memengaruhi satelit, sistem navigasi, hingga jaringan listrik.
Namun di sisi lain, dampak visualnya justru menciptakan pertunjukan aurora luar biasa yang jarang terjadi.
BACA JUGA:Orville Wright dan Wilbur Wright, Pelopor Penerbangan Modern Dunia
BACA JUGA:La Guana del Primiero, Patung 7 Meter dari Sisa Badai yang Bangkitkan Harapan
Didominasi Warna Merah Pekat
Yang membuat kejadian ini semakin “gila” adalah dominasi warna merah pekat di langit malam.
Dalam dunia aurora, warna merah dianggap sebagai kasta tertinggi dan paling langka.
BACA JUGA:Fantastis! Jalur Sepeda Ini Hadirkan Sensasi Air Setinggi Mata yang Jarang Ada di Dunia
Sumber: