Kuku mereka dirancang secara khusus agar mampu mencengkeram permukaan batu dengan sangat kuat.
Bagian pinggiran luar kuku bersifat tajam, sehingga dapat menempel pada celah-celah kecil di batu.
Sementara itu, bagian dalam kuku memiliki tekstur empuk menyerupai bantalan karet yang membantu menciptakan gesekan maksimal pada permukaan licin atau miring.
Kombinasi ini memungkinkan kambing Bezoar bergerak dengan lincah bahkan di tebing yang hampir vertikal.
Strategi bertahan hidup kambing gunung Bezoar sangat bergantung pada habitatnya yang berada di ketinggian ekstrem, biasanya berkisar antara 1.500 hingga 4.000 meter di atas permukaan laut.
Wilayah tersebut sering kali memiliki kondisi udara yang tipis dengan kadar oksigen rendah.
Namun, kambing Bezoar memiliki sistem pernapasan dan jantung yang sangat efisien sehingga mampu mengolah oksigen secara optimal.
Adaptasi ini membuat mereka tetap aktif dan kuat meskipun hidup di lingkungan yang sulit bagi banyak hewan lain.
Selain itu, memilih habitat tinggi juga menjadi strategi perlindungan alami dari predator.
Tebing terjal dan jalur sempit membuat banyak pemangsa kesulitan mengejar mereka.
Dengan kemampuan memanjat yang luar biasa, kambing Bezoar dapat dengan cepat melarikan diri ke area yang sulit dijangkau musuh.
Keunikan dan kemampuan adaptasi kambing gunung Bezoar menunjukkan betapa luar biasanya proses evolusi dalam membentuk spesies yang tangguh.
Hewan ini tidak hanya penting dalam sejarah domestikasi kambing, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan paling ekstrem di bumi.