Fakta Menarik Kambing Gunung Bezoar, Ahli Bertahan Hidup di Ketinggian Ekstrem
Kambing gunung Bezoar merupakan salah satu spesies kambing liar yang memiliki peran penting dalam sejarah domestikasi hewan ternak.--
HARIANBANYUASIN.COM - Kambing gunung Bezoar merupakan salah satu spesies kambing liar yang memiliki peran penting dalam sejarah domestikasi hewan ternak.
Hewan ini diyakini sebagai nenek moyang utama kambing domestik yang banyak dipelihara manusia di berbagai belahan dunia saat ini.
Keberadaan kambing Bezoar tidak hanya menarik dari sisi sejarah evolusi, tetapi juga dari kemampuan fisik dan adaptasi luar biasa yang membuatnya mampu bertahan di lingkungan ekstrem.
BACA JUGA:Bikin Melongo! Angsa Istana Ini Tak Perlu Cari Makan, Tinggal Bunyiin Bel
BACA JUGA:Jambulnya Bikin Terpana! Inilah Royal Flycatcher, Burung Eksotis dari Hutan Amerika
Secara fisik, kambing gunung Bezoar memiliki penampilan yang sangat khas dan mengesankan.
Pejantan dewasa dikenal memiliki tanduk besar yang melengkung ke belakang dengan panjang rata-rata mencapai 1 hingga 1,4 meter.
Tanduk ini bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki fungsi penting dalam kehidupan mereka.
BACA JUGA:Snow Leopard, Hantu Pegunungan yang Menguasai Puncak Tertinggi Asia
BACA JUGA:Jangan Kaget! Hewan Ini Bisa Berdiri Santai di Tebing Nyaris Vertikal
Selain digunakan sebagai alat pertahanan dari predator, tanduk tersebut juga berperan dalam menentukan hierarki sosial antar pejantan.
Dalam musim kawin, pejantan biasanya akan saling beradu tanduk untuk menunjukkan kekuatan dan memenangkan hak kawin dengan betina.
Selain tanduknya yang menonjol, kambing Bezoar memiliki struktur tubuh yang sangat mendukung kehidupan di medan berbatu dan curam.
BACA JUGA:Terlahir Berbeda, Inilah Kisah Penyu Albino yang Bertahan di Alam Liar
Sumber: