BACA JUGA:5 Jenis Buah Pir yang Sering Dijumpai di Pasaran Indonesia, Yang Mana Favoritmu?
BACA JUGA:Bukan Beruang Kutub! Inilah Hewan Paling Tahan Dingin di Bumi
Keunggulan pulasan terletak pada daging buahnya.
Teksturnya lebih tebal dan padat, rasanya sangat manis, dan yang paling disukai banyak orang: bijinya mudah terlepas dari daging buah, tidak seperti rambutan yang sering “menempel”.
Rasa Manis Alami yang Menggoda
Pulasan dikenal memiliki rasa manis yang lebih kuat dibanding rambutan, dengan sedikit sentuhan legit.
Kandungan airnya pas, tidak terlalu lembek, sehingga sensasi menggigitnya terasa memuaskan.
Tak heran jika pulasan kerap dianggap sebagai versi “premium” dari rambutan oleh para penikmat buah lokal.
Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan
Selain lezat, buah kalasan atau pulasan juga menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan.
Buah ini mengandung vitamin C yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta antioksidan yang membantu melawan radikal bebas.
Kandungan seratnya juga cukup baik untuk membantu pencernaan dan menjaga kesehatan usus.
Beberapa masyarakat tradisional bahkan memanfaatkan bagian lain dari tanaman pulasan, seperti biji dan kulitnya, untuk pengobatan herbal, meski penggunaannya kini sudah jarang dilakukan.
Mulai Langka dan Perlu Dilestarikan
Popularitas pulasan memang tidak sebesar rambutan.
Musim panennya yang lebih singkat serta pohonnya yang tidak banyak dibudidayakan membuat buah ini semakin sulit ditemukan di pasaran.