HARIANBANYUASIN.COM - Sekilas, buah kalasan atau yang lebih dikenal dengan pulasan tampak nyaris tak bisa dibedakan dari rambutan.
Kulitnya sama-sama merah dengan “rambut” di permukaan.
Namun, bagi pecinta buah tropis, pulasan punya pesona dan cita rasa khas yang membuatnya istimewa.
BACA JUGA:Bukan Pepaya! Ini Mangga Mahathir yang Beratnya Bisa Sampai 3 Kg
BACA JUGA:Kenapa Kelapa Kopyor Lebih Mahal dari Kelapa Biasa? Ini Penjelasannya
Sayangnya, keberadaan buah ini kini semakin jarang dijumpai dan mulai kalah populer dibanding rambutan.
Apa Itu Buah Kalasan atau Pulasan?
Pulasan memiliki nama ilmiah Nephelium ramboutan-ake, masih satu keluarga dengan rambutan (Nephelium lappaceum) dan lengkeng.
Di beberapa daerah di Indonesia, buah ini disebut kalasan, pulasan, atau rambutan hutan. Pulasan banyak ditemukan di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Jawa, biasanya tumbuh di pekarangan atau hutan tropis.
BACA JUGA:Buah Kerantungan, Si Durian Hutan Endemik Kalimantan
BACA JUGA:Mengenal Buah Mentawa, Buah Langka Asli Kalimantan dengan Rasa Unik
Ciri Khas yang Membedakan dari Rambutan
Meski mirip rambutan, pulasan memiliki beberapa perbedaan yang cukup jelas jika diperhatikan lebih dekat.
Rambut pada kulit pulasan cenderung lebih pendek, kaku, dan jarang, bahkan terlihat seperti duri tumpul.
Warna kulitnya umumnya merah tua hingga merah keunguan.