Hilangnya Penerus Masa Depan Di Tengah Perang
Irohima--doc
HARIANBANYUASIN.COM - Lebih dari seribu hari sejak Oktober 2023 Palestina terkungkung dalam jeruji genosida.
Dan mirisnya, hingga saat ini, para penguasa di dunia masih menutup mata dan telinga, tak ada aksi nyata, semua hanya ucapan bela sungkawa tanpa makna dan bantuan kemanusiaan yang dianggap bisa menebus hilangnya jutaan nyawa orang tua, ibu, ayah bahkan anak-anak yang tak berdosa.
Keji dan biadab tak terkira, pengecut dan manusia yang tak layak disebut manusia, itulah gambaran nyata tentara zionis Israel yang sengaja menargetkan serangan terhadap anak-anak di Gaza.
BACA JUGA:Korupsi Merajalela, Bagaimana Sanksi dalam Islam
BACA JUGA:Betulkah Pajak Bisa Mensejahterakan Rakyat?
Menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola oleh Hamas, sedikitnya 73.035 orang telah tewas, dan lebih dari 21.280 yang termasuk dalam jumlah tersebut adalah anak-anak.
Dalam laporan Komisi Penyelidik PBB disebutkan bahwa Israel telah menggunakan senjata presisi, seperti drone quadcopter dan penembak jitu dalam menargetkan anak-anak dengan cara menembak organ vital mereka.
Tak hanya itu, selain menggunakan senjata berdaya ledak tinggi dalam serangan terhadap bangunan perumahan, sekolah dan lain sebagainya, Israel juga menghancurkan akses anak-anak terhadap perawatan yang menopang kehidupan serta merusak peluang kelangsungan hidup mereka (www.bbc.com, 24-06-2026).
BACA JUGA:Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?
BACA JUGA:Sosok Ayah Berubah Menjadi Predator
Berada dalam kondisi perang, selain banyak yang syahid, anak-anak Gaza juga banyak yang mengalami luka fisik berat hingga cacat, serta trauma psikologis parah.
1000 hari lebih berada dalam kondisi terombang-ambing serta genosida membuat masa depan anak-anak Gaza terancam, impian mereka makin tenggelam.
Zionis yang sengaja menargetkan anak-anak Gaza dengan melakukan genosida sejatinya bertujuan untuk menghabisi muslim Palestina.
BACA JUGA:BoP Hanya Alat Penjajahan AS, Indonesia Harus Hengkang
Sumber: