Peringati Hari Kartini, Ketua DWP Sumsel Ziarahi Makam Ratu Sinuhun
Ketua DWP Sumsel bersama pengurus saat ziarah makam Ratu Sinuhun di Sabokingking, 3 Ilir, Selasa (21/4/2026).--Foto humaspemprovsumsel
HARIANBANYUASIN.COM - Memperingati Hari Kartini, Ketua DWP Sumatera Selatan, Desy Edward, bersama jajaran pengurus menziarahi makam Ratu Sinuhun di Sabokingking, 3 Ilir, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok Ratu Sinuhun yang dikenal memiliki peran dan kontribusi sebagai legislator pada masanya.
“Pada peringatan Hari Kartini ke-147 ini, kami berziarah ke makam Ratu Sinuhun. Beliau adalah pejuang kesetaraan dan keadilan gender, serta tokoh perempuan yang memperjuangkan penghapusan kekerasan terhadap perempuan pada zamannya,” ujar Desy.
BACA JUGA:Semangat Kartini Menggelora, Pemprov Sumsel Gelar Apel Gabungan Peringatan Hari Kartini 2026
BACA JUGA:Herman Deru Apresiasi Kemajuan Empat Lawang, Sebut Tetap Progresif Meski APBD Terbatas
Ia berharap, ziarah ini dapat menjadi pelajaran dan teladan bagi kaum perempuan, khususnya pengurus DWP Sumsel, untuk meneladani semangat Ratu Sinuhun dalam memajukan kaum perempuan.
“Seperti halnya RA Kartini, Ratu Sinuhun merupakan pejuang emansipasi perempuan. Semoga kami dapat mencontoh keteladanannya agar sebagai perempuan tidak mudah menyerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel, Zaki Aslam, mengungkapkan bahwa saat ini Ratu Sinuhun tengah diusulkan sebagai pahlawan nasional asal Sumatera Selatan.
BACA JUGA:Wagub Sumsel Silaturahmi dengan Masyarakat Sumber Marga Telang Banyuasin
BACA JUGA:HUT ke-83 Musi Rawas, Gubernur Sumsel: Prioritas Pembangunan dan Efisiensi Anggaran Tepat Sasaran
Hal tersebut didasari perannya sebagai pejuang emansipasi perempuan serta kontribusinya dalam pembentukan hukum tertulis di Nusantara.
“Ratu Sinuhun menyusun Kitab Undang-Undang Simbur Cahaya yang mengintegrasikan hukum adat dan syariat Islam. Aturan tersebut diterapkan secara resmi oleh Kesultanan Palembang dan masih digunakan pada masa kolonial Belanda,” jelasnya.
Ia menambahkan, Ratu Sinuhun dikenal sebagai sosok yang berani dan visioner dalam memperjuangkan hak perempuan jauh sebelum era modern, dengan menggabungkan nilai-nilai adat dan prinsip keadilan universal.
BACA JUGA:Herman Deru Ingatkan Mahasiswa Waspada Penyalahgunaan AI
Sumber: