Mengenal Lycoris Radiata, Bunga Badai yang Indah Namun Beracun
Bunga lili laba-laba merah atau Lycoris radiata merupakan salah satu tanaman hias yang dikenal karena bentuknya yang unik dan memikat.--
BACA JUGA:Mengenal Fenomena Midnight Sun, Siang Abadi di Kutub Selatan
Lili laba-laba merah biasanya mekar pada akhir musim panas hingga awal musim gugur.
Menariknya, bunga ini sering bermekaran setelah hujan deras turun.
Karena kebiasaan tersebut, banyak orang menyebutnya sebagai “bunga badai” atau storm flower.
Fenomena ini sering dianggap sebagai tanda perubahan musim dan menjadi pemandangan yang menakjubkan ketika bunga-bunga tersebut tumbuh serempak di suatu area.
Di balik keindahannya, bunga lili laba-laba merah memiliki makna budaya yang cukup mendalam, terutama di Jepang.
Bunga ini sering ditemukan tumbuh di sekitar pemakaman, kuil, atau lokasi yang dianggap sakral.
Dalam budaya Jepang, bunga ini melambangkan perpisahan, kenangan, dan kehidupan setelah kematian.
Banyak masyarakat percaya bahwa bunga ini menjadi simbol perjalanan jiwa menuju kehidupan berikutnya.
Karena makna tersebut, bunga lili laba-laba merah sering muncul dalam karya sastra, seni, hingga cerita rakyat Jepang.
Namun, di balik pesonanya, bunga ini menyimpan sisi berbahaya.
Seluruh bagian tanaman Lycoris radiata mengandung zat beracun, terutama pada bagian umbinya.
Jika tertelan, racun tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan, mual, muntah, bahkan keracunan serius.
Oleh karena itu, tanaman ini perlu dijauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Meski demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia dalam tanaman ini berpotensi dimanfaatkan dalam bidang medis jika diolah dengan benar.
Sumber: