Tradisi Unik Alpabzug di Swiss, Perayaan Turunnya Sapi dari Gunung
Alpabzug bukan sekadar kegiatan peternakan, melainkan perayaan budaya yang sarat makna, rasa syukur, dan kehangatan masyarakat Swiss.--
HARIANBANYUASIN.COM - Musim gugur di Swiss tidak hanya menghadirkan pemandangan alam yang memukau dengan dedaunan berwarna keemasan, tetapi juga diramaikan oleh sebuah tradisi unik bernama Alpabzug.
Tradisi ini merupakan prosesi turunnya sapi-sapi dari padang rumput pegunungan Alpen menuju lembah desa setelah menghabiskan musim panas merumput di dataran tinggi.
Alpabzug bukan sekadar kegiatan peternakan, melainkan perayaan budaya yang sarat makna, rasa syukur, dan kehangatan masyarakat Swiss.
BACA JUGA:Mengenal Manta Birostris, Pari Terbesar di Dunia dengan Sayap Hingga 9 Meter
BACA JUGA:Mirip Film Avatar! Inilah Suku Indonesia yang Bisa Hidup di Laut Berhari-hari
Selama musim panas, para petani dan gembala menggiring sapi-sapi mereka ke padang rumput Alpen yang kaya akan rumput segar dan udara pegunungan yang bersih.
Kondisi alam tersebut membuat sapi menghasilkan susu berkualitas tinggi yang kemudian diolah menjadi berbagai produk khas Swiss, seperti keju dan mentega.
Namun, ketika musim gugur tiba dan suhu mulai menurun, sapi-sapi tersebut harus dibawa kembali ke desa untuk menghindari kerasnya musim dingin yang disertai salju tebal.
BACA JUGA:Dulu Planet, Kini Bukan! Ini Alasan Pluto Dicoret dari Daftar Planet Tata Surya
Prosesi Alpabzug menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahun.
Dalam perayaan ini, sapi-sapi dihias dengan sangat indah menggunakan karangan bunga berwarna-warni, pita, serta lonceng besar yang digantungkan di leher mereka.
Lonceng tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna tradisional sebagai penanda posisi sapi sekaligus simbol keberuntungan.
BACA JUGA:Myrmecophyton Arfakianum, Tanaman Epifit Langka dengan Bunga Biru Unik dari Pegunungan Arfak
Sumber: