Rekening Massal, demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, demi Kepentingan Siapa?

Muthmainnah Kurdi, S.Ag--doc

HARIANBANYUASIN.COM - Pemerintah berencana membuatkan rekening massal untuk 200 juta warga, terutama yang baru berumur 17 tahun, dengan saldo awal Rp50 ribu di BRI dan BSI.

Total anggaran yang disiapkan Rp11 triliun, dengan mekanisme NIK tersingkron dengan pembukaan rekening otomatis melalui pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Tujuannya adalah untuk  penyaluran bansos secara lebih efisien dan tepat sasaran, juga untuk peningkatan inklusi keuangan  dan literasi keuangan (republika.co.id. 9/9) 

BACA JUGA:Kebakaran Lahan dan Hutan Berulang, Mengapa ?

BACA JUGA:Darurat Remaja Terjangkit HIV, Islam Punya Solusi

Pengamat menilai, kebijakan ini tidak mendesak di tengah kondisi fiskal yang sulit.

Jika targetnya penyaluran bansos secara lebih efisien dan tepat sasaran, solusinya adalah perbaikan  Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Alasan peningkatan inklusi keuangan  dan literasi keuangan juga dinilai kurang tepat, karena angka inklusi keuangan dan literasi keuagan masyarakat sudah tinggi. 

BACA JUGA:Karhutla, Episode yang Berulang

BACA JUGA:Kasus HIV Tinggi, Butuh Solusi

Apa itu inklusi keuangan dan lterasi keuangan ?

Keduanya merupakan istrumen penting yang mendukung perputaran ekonomi.

Inklusi keuangan adalah ketersediaan akses, produk, dan layanan jasa keuangan formal yang terjangkau dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA:Minim Kuota Solar, Picu Gejolak Sosial

Sumber: