Besaran insentif dan ketentuan program dapat berubah, sehingga informasi sebaiknya dikonfirmasi ketika melakukan pembelian.
Selain itu, periksa apakah nomor rangka dan data kendaraan akan diproses melalui dealer resmi.
Hal ini penting agar konsumen tidak mengalami masalah administrasi setelah motor dibeli.
2. Utamakan Garansi Baterai yang Panjang
Baterai adalah bagian yang harus mendapat perhatian paling besar.
Semakin panjang perlindungan yang diberikan produsen, semakin kecil risiko konsumen harus menanggung biaya penggantian baterai dalam waktu dekat.
Saat membandingkan motor listrik, jangan hanya melihat tulisan "garansi baterai tiga tahun" atau "garansi lima tahun".
Periksa detailnya. Cari tahu apakah garansi berdasarkan usia, jarak tempuh, kapasitas baterai, atau kombinasi beberapa ketentuan.
Contohnya, beberapa produk di pasar menawarkan garansi baterai tiga tahun.
Gesits G1 yang dipasarkan salah satu distributor resminya di Riau mencantumkan garansi baterai tiga tahun dan garansi kelistrikan dua tahun.
Distributor tersebut juga menyebutkan dukungan mekanik di showroom serta jaringan servis.
Bandingkan pula dengan skema seperti Battery as a Service atau sewa baterai.
Pada produk tertentu, konsumen membayar biaya bulanan dan produsen menangani perbaikan maupun penggantian baterai sesuai ketentuan program.
Polytron, misalnya, menyatakan baterai dapat diganti apabila kapasitasnya turun di bawah 85 persen selama mengikuti program sewa baterai.
3. Perhatikan Syarat Garansi, Bukan Sekadar Durasi
Garansi panjang belum tentu paling menguntungkan jika syarat klaimnya sulit.