Cara mengecek:
Parkirkan mobil di permukaan rata, matikan mesin, lalu periksa reservoir power steering jika kendaraan memilikinya. Pastikan level cairan berada di antara batas yang ditentukan.
Jangan asal menambahkan cairan sebelum mengetahui jenis yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
3. Ada Kebocoran pada Sistem Power Steering
Cairan yang terus berkurang dapat menjadi tanda kebocoran. Periksa area sekitar reservoir, selang, pompa, dan bagian bawah kendaraan untuk melihat apakah terdapat tanda cairan yang merembes.
Jika ditemukan kebocoran, sebaiknya jangan hanya menambahkan cairan berulang kali. Sumber kebocoran perlu diperbaiki.
4. Pompa Power Steering Bermasalah
Pompa pada sistem hydraulic power steering bertugas menghasilkan tekanan hidrolik. Ketika pompa mulai bermasalah, bantuan kemudi dapat berkurang.
Salah satu tanda yang dapat muncul adalah setir terasa berat, terutama ketika mobil berjalan pelan. Pada beberapa kasus, dapat terdengar suara tidak biasa ketika roda kemudi diputar.
Jika gejala tersebut muncul bersamaan, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.
5. V-Belt atau Drive Belt Bermasalah
Pada kendaraan yang menggunakan pompa power steering yang digerakkan belt, kondisi belt juga perlu diperhatikan.
Belt yang terlalu kendur, aus, atau mengalami masalah dapat membuat putaran pompa tidak optimal sehingga bantuan kemudi berkurang.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan ketika mesin mati dan dalam kondisi aman.
6. Sistem Electric Power Steering Mengalami Gangguan
Tidak semua mobil menggunakan sistem hydraulic. Banyak mobil modern sudah menggunakan Electric Power Steering (EPS).