Pertunjukan alam ini umumnya hanya muncul selama beberapa menit saat matahari mulai terbenam pada pertengahan Februari setiap tahunnya.
Waktu kemunculannya pun sangat bergantung pada posisi matahari.
Ketika matahari berada di sudut yang tepat menjelang senja, sinarnya akan menyinari Air Terjun Horsetail secara langsung.
Sudut pencahayaan yang sangat presisi inilah yang membuat aliran air tampak berubah menjadi warna merah menyala layaknya kobaran api.
Kombinasi Alam yang Sangat Sulit Terjadi
Keindahan Firefall bukan hanya bergantung pada matahari.
Fenomena ini baru bisa muncul jika beberapa kondisi alam terjadi secara bersamaan.
Pertama, Air Terjun Horsetail harus memiliki debit air yang cukup.
Air terjun ini berasal dari lelehan salju di pegunungan, sehingga jika musim dingin terlalu kering atau salju tidak cukup banyak, aliran air bisa sangat kecil bahkan mengering.
Kedua, langit harus benar-benar cerah.
Sedikit saja awan, kabut, atau hujan yang menghalangi cahaya matahari di ufuk barat, maka sinar senja tidak akan mampu menyinari air terjun secara maksimal.
Ketiga, posisi matahari harus tepat sesuai lintasan tahunannya.
Karena perubahan posisi matahari berlangsung terus sepanjang tahun, momen ideal ini hanya terjadi dalam periode yang sangat singkat.
Ilusi Optik yang Menipu Mata
Warna merah terang pada Firefall sebenarnya berasal dari cahaya matahari saat matahari hampir tenggelam.
Pada waktu tersebut, sinar matahari harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal dibandingkan saat siang hari.