Kedua hormon ini memiliki peran penting dalam mengatur siklus tidur.
Progesteron dikenal sebagai hormon yang memiliki efek menenangkan dan membantu tubuh lebih mudah tertidur.
Ketika kadarnya menurun, tubuh menjadi lebih sulit mencapai kondisi rileks untuk tidur.
Sementara itu, penurunan estrogen dapat memengaruhi suhu tubuh dan kestabilan suasana hati.
Hal ini membuat kualitas tidur menjadi terganggu dan tidur terasa tidak nyenyak.
2. Hot Flashes atau Sensasi Panas Mendadak
Hot flashes merupakan gejala menopause yang paling sering terjadi.
Kondisi ini ditandai dengan sensasi panas tiba-tiba di wajah, leher, atau tubuh bagian atas.
Masalahnya, hot flashes sering muncul pada malam hari.
Tubuh yang tiba-tiba terasa panas dapat membuat seseorang terbangun dari tidur.
Akibatnya, tidur menjadi terputus-putus dan sulit untuk kembali terlelap.
3. Keringat Berlebih di Malam Hari
Selain sensasi panas, menopause juga sering memicu keringat berlebih saat tidur atau yang dikenal sebagai night sweats.
Keringat yang muncul secara tiba-tiba dapat membuat pakaian atau tempat tidur menjadi basah dan tidak nyaman.
Kondisi ini membuat tidur menjadi terganggu bahkan membuat seseorang terbangun beberapa kali dalam satu malam.
Jika terjadi terus-menerus, kualitas tidur pun akan semakin menurun.