Ketika seseorang memilih diam daripada membalas cacian, atau memilih sabar daripada meluapkan kemarahan, maka puasanya menjadi lebih bernilai.
Menahan marah bukan berarti tidak boleh merasa kesal atau jengkel.
Perasaan itu wajar, tetapi yang terpenting adalah bagaimana seseorang mengontrol reaksinya.
Cara Mengendalikan Marah Saat Puasa
Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengendalikan emosi saat berpuasa:
1. Mengingat bahwa sedang berpuasa
Mengucapkan dalam hati atau secara lisan "Saya sedang berpuasa" dapat membantu menenangkan diri.
2. Menghindari perdebatan
Jika memungkinkan, menjauh dari situasi yang memancing emosi adalah pilihan yang bijak.
3. Berdiam diri sejenak
Diam seringkali lebih baik daripada berkata sesuatu yang disesali kemudian.
4. Memperbanyak dzikir
Mengingat Allah dapat membantu hati menjadi lebih tenang.
Puasa yang Sempurna Adalah Puasa yang Berpahala
Tujuan puasa bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga meraih pahala dan meningkatkan ketakwaan.
Oleh karena itu, menjaga emosi menjadi bagian penting dalam ibadah puasa.