Puasa Tidak Hanya Menahan Lapar dan Haus
Dalam hadis lain disebutkan bahwa ada orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja tanpa pahala.
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya).
Hal ini terjadi karena ia tidak menjaga perilaku selama berpuasa.
Ia mungkin berhasil menahan makan dan minum, tetapi gagal menjaga lisan dan emosinya.
Puasa yang sempurna bukan hanya menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Lebih dari itu, puasa juga melatih seseorang untuk:
* Menahan amarah
* Mengendalikan emosi
* Menjaga perkataan
* Menghindari perbuatan buruk
* Mengontrol hawa nafsu
Menahan Marah Justru Menambah Pahala
Orang yang sedang marah tetapi mampu menahan emosinya justru mendapatkan pahala yang besar.
Kemampuan untuk mengendalikan diri adalah salah satu tanda keberhasilan dalam menjalankan ibadah puasa.