BACA JUGA:Ikan Belodok, Si “Ikan Berjalan” Penghuni Lumpur yang Unik
BACA JUGA:Hidup di Kedalaman 6.000 Meter, Larva Rainbow Tripod Fish Tertangkap Kamera
Yang mengejutkan adalah, Punch langsung jatuh cinta pada boneka itu.
Ia membawanya ke mana pun ia pergi, tidur sambil memeluknya, atau sekadar duduk memegangnya erat seperti menjadikannya sosok pengganti ibu.
Foto dan video Punch dengan bonekanya kemudian tersebar luas di media sosial — terutama platform seperti X (Twitter), TikTok, dan Instagram — dan menjadi viral.
Hashtag seperti #がんばれパンチ (#HangInTherePunch) pun bermunculan, dengan netizen dari berbagai negara memberikan dukungan dan harapan untuk si kecil yang penuh semangat ini.
Viral dan Perhatian yang Meluas
Tidak hanya viral di internet, kisah Punch juga menarik perhatian banyak pihak.
Toko furnitur asal Swedia yang memproduksi boneka itu, IKEA, sampai turun tangan dengan mendonasikan banyak boneka serupa untuk Punch agar ia tidak kehabisan teman main.
Kisah ini juga membuat jumlah pengunjung ke kebun binatang meningkat drastis.
Banyak orang ingin melihat langsung bagaimana Punch tumbuh bersama boneka kesayangannya tersebut.
Perjalanan Sosial Punch yang Mengerakkan
Seiring waktu, Punch juga mulai mengalami perubahan positif dalam pola interaksinya dengan kera lainnya.
Meski awalnya sering diabaikan atau sedikit ditolak, beberapa monyet dewasa bahkan pernah memberikan gestur cinta seperti pelukan atau grooming (merapikan bulu) kepada Punch — tanda bahwa ia semakin diterima dalam kelompok sosialnya.
Momennya pun menjadi viral tersendiri karena menunjukkan bahwa makhluk yang dulu sendirian kini mulai merasakan kasih sayang dari sesama spesiesnya.
Makna yang Lebih Dalam