HARIANBANYUASIN.COM - Perkembangan teknologi pencahayaan terus mengalami kemajuan pesat.
Salah satu perubahan yang paling dirasakan masyarakat adalah peralihan dari lampu bohlam biasa ke lampu LED.
Meski keduanya sama-sama berfungsi sebagai sumber penerangan, lampu LED dan lampu bohlam konvensional memiliki perbedaan yang cukup signifikan, terutama dari segi keawetan dan efisiensi energi.
BACA JUGA:Foto Bareng Tanpa Drama, Kamera 50 MP Oppo Reno 15 Series Solusinya
BACA JUGA:OPPO Reno 15 Series 5G: Inovasi Fotografi AI yang Bikin Edit Foto Jadi Lebih Mudah
Lampu bohlam biasa, yang dikenal juga sebagai lampu pijar, bekerja dengan cara memanaskan kawat filamen hingga berpijar dan menghasilkan cahaya.
Proses ini membutuhkan energi listrik yang cukup besar karena sebagian besar energi diubah menjadi panas, bukan cahaya.
Akibatnya, lampu bohlam cenderung boros listrik dan menghasilkan suhu yang lebih panas saat digunakan.
BACA JUGA:Manfaat Cairan Tubeless, Solusi Praktis Cegah Ban Bocor di Jalan
BACA JUGA:Pecinta Motor Wajib Tahu! 6 Motor Terbaik yang Akan Meluncur di Tahun 2026
Sementara itu, lampu LED (Light Emitting Diode) menggunakan teknologi semikonduktor untuk menghasilkan cahaya.
Cara kerja ini membuat lampu LED jauh lebih efisien karena energi listrik lebih banyak diubah menjadi cahaya, bukan panas.
Inilah alasan utama mengapa lampu LED dikenal lebih hemat energi dibandingkan lampu bohlam biasa.
BACA JUGA:Makin Sangar! Honda CRF1100L Africa Twin 2026 Punya Teknologi Kelas Premium.
BACA JUGA:7 Merek Motor Listrik di Indonesia, dari yang Murah hingga Premium