HARIANBANYUASIN.COM - Selama puluhan tahun, Pluto dikenal sebagai planet kesembilan dalam tata surya dan diajarkan di buku pelajaran di seluruh dunia.
Namun pada tahun 2006, keputusan besar dari International Astronomical Union (IAU) mengubah sejarah astronomi: Pluto resmi tidak lagi dikategorikan sebagai planet.
Keputusan ini sempat menimbulkan perdebatan luas, bahkan membuat banyak orang merasa “kehilangan” satu anggota tata surya.
BACA JUGA:Sarang Semut Papua, Tanaman Unik dengan Ekosistem Mini yang Menakjubkan
BACA JUGA:Myrmecophyton Arfakianum, Tanaman Epifit Langka dengan Bunga Biru Unik dari Pegunungan Arfak
Lalu, apa sebenarnya alasan Pluto dikeluarkan dari daftar planet?
Awal Penemuan Pluto
Pluto ditemukan pada tahun 1930 oleh astronom Clyde Tombaugh di Observatorium Lowell, Amerika Serikat.
Pada saat itu, para ilmuwan mencari objek yang diduga memengaruhi orbit Neptunus.
BACA JUGA:Valais Blacknose, Domba Terlucu di Dunia dengan Ketangguhan Pegunungan Alpen
BACA JUGA:Bikin Heboh! Mount Paltry Dijuluki Gunung Paling Kecil di Dunia, Tingginya Cuma 7 Cm
Setelah ditemukan, Pluto langsung diberi status planet karena belum ada standar definisi planet yang jelas seperti sekarang.
Selama beberapa dekade, Pluto tetap dianggap sebagai planet kesembilan meskipun ukurannya jauh lebih kecil dibanding planet lain.
Diameternya bahkan lebih kecil dari Bulan milik Bumi.
BACA JUGA:Trenggiling, Mamalia Bersisik dengan Pertahanan Unik yang Terancam Punah