Oleh karena itu, daun mahkota dewa sering digunakan sebagai pengobatan herbal pendamping bagi penderita diabetes.
Namun, penggunaannya tetap harus memperhatikan dosis dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis agar aman.
Manfaat lainnya adalah membantu menurunkan tekanan darah.
Kandungan flavonoid dalam daun mahkota dewa berfungsi membantu melancarkan peredaran darah serta menjaga kesehatan pembuluh darah.
Dengan sirkulasi darah yang baik, risiko hipertensi dan penyakit jantung dapat berkurang.
Tidak heran jika daun ini sering digunakan sebagai bahan ramuan herbal untuk menjaga kesehatan jantung.
Daun mahkota dewa juga dikenal memiliki sifat antiinflamasi atau antiradang.
Kandungan senyawa aktifnya dapat membantu meredakan pembengkakan dan nyeri akibat peradangan, seperti pada radang sendi atau nyeri otot.
Penggunaan daun ini secara tradisional biasanya dilakukan dengan cara direbus dan airnya diminum secara rutin dalam jumlah yang sesuai.
Selain itu, daun mahkota dewa dipercaya membantu menghambat pertumbuhan sel abnormal.
Kandungan antioksidan di dalamnya berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Meski begitu, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan tidak boleh dijadikan pengganti pengobatan medis.
Meskipun memiliki banyak manfaat, penggunaan daun mahkota dewa harus dilakukan dengan hati-hati.
Konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti mual atau gangguan pencernaan.
Oleh karena itu, penting untuk menggunakan daun mahkota dewa sesuai aturan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya, terutama bagi ibu hamil, penderita penyakit kronis, atau yang sedang menjalani pengobatan tertentu.
Dengan pemanfaatan yang tepat, daun mahkota dewa dapat menjadi salah satu alternatif herbal alami untuk membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.