Buah Kerantungan, Si Durian Hutan Endemik Kalimantan

Selasa 27-01-2026,17:06 WIB
Reporter : Yanti
Editor : Yanti

Bagi masyarakat Dayak dan penduduk lokal lainnya, musim kerantungan sering menjadi momen kebersamaan.

Buah yang jatuh dari pohon dikumpulkan dan dinikmati bersama keluarga atau dijual di pasar tradisional.

Dalam beberapa daerah, kerantungan juga diolah menjadi makanan sederhana, seperti direbus atau dimakan langsung saat matang.

Sayangnya, keberadaan buah kerantungan kini mulai terancam.

Deforestasi, alih fungsi lahan, dan berkurangnya hutan alami membuat pohon kerantungan semakin sulit ditemukan.

Padahal, buah ini memiliki potensi besar, baik sebagai pangan lokal maupun sebagai komoditas khas Kalimantan yang bernilai ekonomi.

Pelestarian buah kerantungan tidak hanya penting untuk menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga untuk mempertahankan identitas budaya masyarakat Kalimantan.

Dengan penelitian, budidaya, dan promosi yang tepat, kerantungan berpeluang dikenal lebih luas sebagai “durian hutan” yang unik dan menjadi kebanggaan Indonesia.

 
Kategori :