HARIANBANYUASIN.COM - Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus) merupakan salah satu tanaman obat yang sudah lama dikenal dan dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di Indonesia.
Tanaman ini mudah dikenali dari bentuk bunganya yang memiliki benang sari panjang menyerupai kumis kucing.
Selain mudah dibudidayakan, kumis kucing juga menyimpan berbagai manfaat kesehatan berkat kandungan senyawa aktif di dalamnya.
BACA JUGA:GERD Bukan Penyakit Biasa, Ini Risiko Fatal Jika Diabaikan
BACA JUGA:Kebanyakan Makan Durian? Ini Cara Ampuh Mengatasi Mabuk Durian dengan Cepat dan Alami
Salah satu manfaat utama tanaman kumis kucing adalah sebagai diuretik alami, yaitu membantu melancarkan pengeluaran urine.
Kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin, dan kalium berperan dalam meningkatkan fungsi ginjal sehingga racun dan kelebihan cairan dalam tubuh dapat dikeluarkan dengan lebih optimal.
Oleh karena itu, kumis kucing sering digunakan untuk membantu mengatasi gangguan saluran kemih, seperti anyang-anyangan dan infeksi saluran kemih ringan.
BACA JUGA:Kenali Manfaat Ubi Berdasarkan Warnanya, dari Kesehatan Otak hingga Jantung
BACA JUGA:Sekilas Mirip, Ternyata Beda Jauh! Ini Perbedaan Chia Seed dan Biji Selasih yang Jarang Diketahui
Selain itu, kumis kucing juga dikenal bermanfaat untuk mencegah dan membantu mengatasi batu ginjal.
Dengan meningkatnya produksi urine, endapan mineral yang berpotensi membentuk batu ginjal dapat dikeluarkan sebelum mengeras.
Konsumsi rebusan daun kumis kucing secara teratur dipercaya mampu mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal serta membantu meluruhkan batu berukuran kecil.
Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah kemampuannya dalam menurunkan tekanan darah.
Efek diuretik dari tanaman ini membantu mengurangi volume cairan dalam tubuh, sehingga tekanan pada pembuluh darah dapat berkurang.