Hujan Turun, Akankah Kabut Asap Benar-benar Berakhir?

Hujan Turun, Akankah Kabut Asap Benar-benar Berakhir?

Novita Mayasari, S.Si--doc.istimewa

HARIANBANYUASIN.COM - Alhamdulillah. Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Kehadirannya sungguh membawa harapan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap.

Setelah berbulan-bulan harus menghirup racun, kini langit kembali menurunkan airnya.

BACA JUGA:Ketika Miskin Bukan Takdir, Tapi Dipaksa Downgrade

BACA JUGA:Perundungan, Sebuah Budaya Kelam

Jarak pandang mulai berangsur membaik, dan masyarakat bisa bernapas lega.

Namun di balik rasa syukur itu, pemerintah tidak boleh lengah karena persoalan tata kelola hutan dan lahan harus tetap dibenahi agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Pertanyaannya, apakah hujan ini benar-benar akhir dari petaka asap atau hanya jeda sementara sebelum bencana serupa terulang tahun depan?

BACA JUGA:Rekening Massal, demi Kepentingan Siapa?

BACA JUGA:Kebakaran Lahan dan Hutan Berulang, Mengapa ?

Memang mdapat membantu memadamkan api.

Namun, tidak serta merta menyelesaikkan persoalan. Data resmi yang dirilis Headline.co.id, (15/10/2026), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Selatan menembus angka di atas 300.

Angka tersebut masuk kategori berbahaya bagi kesehatan.

BACA JUGA:Darurat Remaja Terjangkit HIV, Islam Punya Solusi

Sumber: