Puting Beliung Terjang Desa Margomulyo Muara Sugihan, Puluhan Rumah Warga Rusak
Puting Beliung Terjang Desa Margomulyo Muara Sugihan, Puluhan Rumah Warga Rusak--
HARIANBANYUASIN.COM – Bencana angin puting beliung menerjang Desa Margomulyo Jalur 16 Blok B, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin. Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga di lingkungan RT 3 dan RT 4, RW 1 mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat, mulai dari ringan hingga berat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, beberapa saat menjelang waktu berbuka puasa. Saat itu wilayah desa diguyur hujan deras disertai petir dan angin kencang.
Salah seorang warga, Hanafi (30), mengatakan hujan yang turun merupakan hujan pertama setelah hampir satu bulan wilayah tersebut tidak diguyur hujan.
Menurutnya, ketika hujan berlangsung tiba-tiba datang angin kencang dari arah barat menuju timur yang langsung menyapu kawasan permukiman warga.
“Kata orang-orang tua di sini, anginnya ini menjadi yang terkencang yang pernah terjadi selama tinggal di sini,” ungkap Hanafi.
Ia menjelaskan, angin kencang tersebut tidak hanya merusak rumah warga tetapi juga menumbangkan sejumlah pepohonan. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang tersapu angin hingga berterbangan.
“Rumah yang terdampak rata-rata rusak pada bagian atap setelah disapu angin. Tadi atapnya sampai berterbangan,” ujarnya.
Selain itu, terdapat satu rumah warga yang mengalami kerusakan berat hingga roboh dan tidak dapat ditempati lagi. Dua orang pemilik rumah yang berada di dalam rumah saat kejadian sempat tertimpa bangunan hingga pingsan.
“Alhamdulillah tadi sudah sadar orangnya,” kata Hanafi.
Ia juga menambahkan, kondisi saat kejadian diperparah dengan sambaran petir yang terus terjadi. Bahkan, petir sempat menyambar salah satu rumah warga, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
“Cuma bekas sambaran petirnya terlihat jelas di rumah tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, warga lainnya, Jumeri (65), mengatakan angin kencang tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Namun dalam waktu singkat itu, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar.
“Ini di rumah depan sama dapur atapnya rusak. Secara umum kerusakannya hampir mencapai 50 persen,” kata Jumeri.
Ia menjelaskan, banyak atap rumah yang menggunakan bahan genteng maupun asbes rusak setelah terbawa angin dan sebagian besar tidak dapat digunakan kembali karena pecah. Selain merusak rumah, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon milik warga seperti pohon petai, karet hingga pisang.
Sumber: