Bukan Sekadar Penampilan, Ini Risiko Kesehatan dari Perut Buncit
Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, perut buncit juga dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.--
BACA JUGA:Batuk dan Pilek Lebih dari 2 Minggu? Ini Sinyal Tubuh yang Harus Diwaspadai
Lemak berlebih di area perut dapat memengaruhi sensitivitas insulin, hormon yang berfungsi mengatur kadar gula darah.
Ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin, kadar gula darah akan meningkat dan memicu diabetes.
Kondisi ini sering berkembang secara perlahan tanpa disadari, sehingga banyak orang baru mengetahuinya setelah muncul komplikasi.
Bahaya lain yang sering tidak disadari adalah gangguan metabolisme atau sindrom metabolik.
Sindrom ini merupakan kumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kadar trigliserida meningkat, serta lingkar perut yang berlebihan.
Jika seseorang mengalami sindrom metabolik, risiko terkena penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes meningkat secara signifikan.
Perut buncit juga dapat memengaruhi kesehatan organ dalam lainnya, termasuk hati.
Penumpukan lemak dapat menyebabkan penyakit perlemakan hati non-alkohol atau fatty liver.
Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi peradangan hati bahkan kerusakan hati permanen.
Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, perut buncit juga dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Orang dengan perut buncit cenderung lebih mudah merasa lelah, mengalami gangguan tidur, serta berisiko mengalami sleep apnea, yaitu gangguan pernapasan saat tidur yang dapat menurunkan kualitas istirahat.
Untuk mencegah bahaya tersebut, penting menjaga pola hidup sehat.
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi makanan tinggi gula dan lemak jenuh, serta rutin berolahraga dapat membantu mengurangi lemak perut.
Selain itu, mengelola stres dan tidur cukup juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
Sumber: